Menurut Keumala Dewi selaku Direktur Eksekutif Yayasan PKPA dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan lanjutan dari program tanggap bencana yang pernah dilakukan pada tahun 2017 pasca gempa di Pidie jaya tahun 2016 yang telah mengakibatkan banyak sektor kehidupan mengalami kerusakan sehingga hal itu diperlukan kebutuhan mempercepat pemulihan perekonomian dan penguatan masyarakat. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 86 masyarakat dianatara nya kepala desa,perwakilan dari perangkat gampong, tokoh masyarakat, petani garam dan pemuda,dengan harapan kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemulihan kehidupan masyarakat pasca gempa dan dapat bekerjasama masyarakat dengan Yayasan PKPA
Rangkaian kegiatan sosialisasi sendiri disampaikan oleh Teuku Satria Mahmud selaku Kordinator Program Reselient Aceh. menjelaskan kepada peserta orientasi, bahwa pada program ini nantinya masyarakat petani garam akan mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan manajemen keuangan rumah tangga, selain itu juga akan diperkuat melalui pelatihan kelompok simpan pinjam perempuan yang dapat memperkuat ekonomi kelompok petani. Seadangkan terkait dengan sektor Pengurangan Risiko Bencana (PRB) akan ada kegiatan pemetaan analisa kerentanan dan kapasitas masyarakat, pembentukan tim Siaga Bencana Gampong (TSBG), Pelatihan kebencanaan, pertolongan pertama dan manajemen pengungsian. Selain itu, masyarakat akan diberikan paket siaga bencana dan melakukan simulasi evakuasi ketika terjadi bencana tsunami dan gempa ujar Koordinator Program Reseient Ujar Koordinator Program Reselient Aceh (MHB)


EmoticonEmoticon