IRIDES, Tohuku University, Jepang FGD dengan Awak Media




Banda  Aceh,  Fokus Groups Diskusi “ (FGD) tentang gambaran kebencanaan dari sudut  pandang awak Media Yang difasilitasi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Banda Aceh kerjasama  dengan UPT Kantor Urusan International Unsyiah dengan menghadirkan Tim Riset IRIDES, Tohuku University, Jepang di ruang rapat BPBD Banda Aceh, 28 maret  2018

 (Dr.Muzailin  Affan, M.Sc,  Drs. Azhari,   M.Hasan Dibangka,S.Si, M.Si)         

Banda  Aceh,  Fokus Groups Diskusi “ (FGD) tentang gambaran kebencanaan dari sudut  pandang Media Yang difasilitasi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Banda Aceh kerjasama  dengan UPT Kantor Urusan International Unsyiah yang menghadirkan Tim Riset IRIDES, Tohuku University, Jepang di ruang rapat BPBD Banda Aceh, yang dihadiri oleh ,Media TV,Media cetak dan media Online  28 maret  2018

Drs. Azhar  Sektretaris Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh  dalam pembukaan FGD “ Gambaran kebencanaan dari sudut  pandang Media ”  menyampaikan bahwa dengan keterbatasan dan kelebihan pihak BPBD diperlukan kemitraan yang kuat, baik yang selama ini sudah terbangun dengan Forum PRB dan media maka dengan adanya kunjungan IRIDEs Tohoku University, Jepang dapat menguatkan kembali penyampaian informasi kebencanaan kepada masyarakat secara cepat dan benar. Dukungan  berbagai media selama ini sangat terbantu akan kerja kerja kebencanaan yang dilakukan oleh BPBD bersama Forum PRB banda Aceh dan berbagai pihak stakeholder lainnya, Ujarnya


 Prof Yuichi Ono salah satu TIM Risiet IRIDES  Tohuku University, Jepang  ke Aceh menyampaikan tujuan bahwa ingin melihat perkembangan setelah 13 tahun Tsunami terjadi di Aceh karena menurutnya mereka tidak bisa lagi melihat bagaimana keadaan saat  tsunami sebelumnya  di Banda Aceh tersebut selain hanya di Museum Tsunami dan Kuburan Massal sehingga diperlukan mendapatkan langsung informasi dari pihak media karena media merupakan penyambung informasi dari akademisi, pemerintah sampai kepada masyarakat dan kebalikannya juga hal itu diperlukan kerjasama yang kuat dan saling memahami keterbatasan akademisi  dengan tujuan yang dimiliki oleh pihak media Ujar profesor dari negeri samurai,  

Untuk peneyelamataan diri, bagi  masyarakat diperlukan insting menyelamatkan diri disamping pengetahuan dari buku atau yang didapatkan dari sumber akademisi atau peneliti karena tidak semua nya hasil yang dikeluarkan oleh peneliti sesuai ekpetasi masyarakat karena menurutnya di Jepang, ada salah satu sekolah yang hanya berpegang pada buku dan hasil peneliti sehingga banyak korban karna kejadian bencana tsunami di Senday jepang 2011 terjadi diluar expetasi, 

Kerjasama itu penting dilaksanakan karena  menurut  Maimun saleh dari Media Cetak Rakyat Aceh bahwa seharusnya Akademisi perlu menyiapkan tulisan dan materi materi  terkait kebencanaan agar pihak media bisa menyampaikan kepada masyarakat secara luas. Komitmen pemerintah untuk  memfasilitasi sumber tulisan atau berupa Buku Tangan untuk anak sekolah, masyarakat perlu didukung anggaran agar publikasi bisa dilakukan oleh pihak media, Dan beliau  menambahkan seharusnya pemerintah terus menerus melakukan sosialisasi atau simulasi kepada masyarakat setahun bisa satu sampai dua kali dan tidak hanya fokus bencana tsunami saja tapi jugai ancaman lain misalkan Letusan Gunung Api, Longsor, Banjir dan Hujan Es Batu, dan kita  bersyukur masih  adanya beberapa sosialisasi dan simulasi yang dibuat oleh Forum PRB Banda Aceh beberapa tahun ini, baik untuk sekolah maupun untuk masyarkat hanya saja  masih sangat terbatas lokasi dan masyarakat yang dilibatkan mungkin keterbatasan pembiayaan. Yang seharusnya pemerintah bisa melakukanya lebih luas dan jumlah masyarakat terlibat juga lebih banyak sehingga hal itu memudahkan bagi media untuk mendistribusikan informasi kepada masyarakat. 

Disisi lain, media sangat berharap untuk menyampaikan informasi kebencanaan pada masyarakat secara cepat dan akurat  tapi  sering kali terkendala dengan pelayanan oleh pemerintah khususnya penangung jawab data, sehingga data  yang didapatkan dari pemerintah sering  terlambat, kurang  akurat dan sukar mendapatknanya, Uajr Al hadi habi Dari  Media Metro TV.

Tim IRIDES Tohoku Jepang, Prof  Chikata  menanyakan tentang keaktifan Forum PRB dan keanggotaan nya dari mana saja, karena menurut nya di Jepang juga ada sejenis forum seperti ini yang bertemu dan melakukan diskusi untuk satu atau dua kali sebulan  membicarakan hal ha yang terkait kebencanaan dan solusinya

Diakhir diskusi ada closing statumen bahwa bentuk koordinasi dengan akademisi bisa dilihat adanya mata kuliah Jurnalisme kebencanaan di Ilmu komunikasi setelah Nova dari Kompas TV terjawab pertanyaan tujuan IRIDES ke Aceh dan dilanjutkan ramah tamah dengan foto bersamae  <mhb.>




Artikel Terkait

Previous
Next Post »