BPBA Meng apresiasi Pelaksanaan Simulasi oleh Forum PRB Aceh

Banda Aceh  - Badan penanggulangan Bencana Aceh, sangat meng apresasi pelaksanaan kegiatan simulasi yang dilaksanakan oleh Forum PRB Aceh dengan kemitraan Dinas pendidikan Aceh untuk menguatkan kesiapsiaga sekolah yang menekankan pentingnya edukasi tanggap bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi dan menghadapi bencana dalam upaya meminimalkan jumlah korban dan kerusakan akibat bencana.

"Edukasi semacam ini akan terus kita giatkan terus menerus dalam rangka membiasakan diri. Jika terjadi keadaan darurat, kita tahu akan melakukan apa dan bagaimana," katanya.

Kabid Pencegahan dan kesiapsiga BPBA Bapak Bobby Syhaputra,SE,M.Si saat penyampain sambutan nya 

Ia mengatakan tanggung jawab edukasi mengenai kebencanaan bukan hanya ada pada pemerintah,"Melainkan menjadi tugas bersama sesuai dengan trilogi, yakni pemerintah, swasta, dan dunia usaha,"  Pemerintah Aceh berusaha meningkatkan kesiagaan warga menghadapi bencana dengan secara berkala menggelar simulasi evakuasi dalam keadaan gempa dan tsunami selepas gempa besar dan tsunami 14 tahun silam.

kegiatan simulasi dimulai dengan Raungan sirine menandai awal gempa dalam simulasi itu. Ribuan siswa yang terlibat dalam simulasi terlihat beebrapa Anak-anak sekolah kemudian menjerit, dan sebagian lagi sambil menangis, sementara guru-guru dan petugas keamanan sekolah berusaha menenangkan mereka sambil mengarahkan anak-anak untuk berlindung di bawah meja dengan menutupi bagian kepala menggunakan tas ransel masing-masing.


Setelah gempa mereda, para guru dan pegawai sekolah memandu anak-anak menuju ke titik kumpul sementara di halaman sekolah.Tidak lama berselang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa yang terjadi berpotensi menimbulkan tsunami.

.Informasi mengenai potensi tsunami mendorong ribuan pelajar dari 14 sekolah di kawasan Blangpadang bersama guru-guru mereka bergerak cepat menuju ke titik evakuasi di Museum Tsunami Aceh dan Masjid Muhammadiyah. Sementara itu, para sukarelawan dan petugas dari instansi terkait terus memantau informasi dari BMKG, dan Pusat Pengendali Operasi BPBA. Sekitar 30 menit kemudian, BMKG mengumumkan pencabutan peringatan potensi tsunami.(mhb)






Artikel Terkait

Previous
Next Post »