Dinas Pendidikan Aceh Menguji Kesiapsiaga Sekolah terhadap ancaman Gempa Bumi dan berpotensi Tsunami dengan simulasi

Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh bermitra dengan Forum PRB Aceh melaksanakan Festiva Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) untuk menguji dan meningkatkan kesiagaan warga sekolah menghadapi bencana dengan pola Simulasi evakuasi mandiri bencana gempa bumi dan berpotensi tsunami dalam rangkaian kegiatan 14 tahun tsunami (01/12/18)
 Muslem,S.Ag. M.Pd sekretaris dinas pendidikan Aceh bersama  Dr Taqwadin ketua Pakar Forum PRB Aceh dan safrizal team dewa juri simulasi di Museum tsunami Aceh 

Kegiatan Simulasi evakuasi mandiri bencana gempa bumi dan berpotensi tsunami  dimulai scara serentak untuk 14 sekolah pada jam  8 45 .ditandai dengan Bunyi sirine dari beberapa mobil milik BPBA,milik PMI,milik BPBD Banda Aceh,pemda,m Kebakaran banda Aceh dan sirine putar, simulasi yang melibatkan 5000 siswa dari sekolah TK kartika,SD 2 Muhammadiyah,SD 1 ,SD 2 Banda Aceh,sekolah komplek Budi darma (SD,SMP,SM) SMP 1,SMP 17,SMA 1 Banda Aceh,Mts dan MA Darussyariah Banda Aceh

Anak-anak sekolah kemudian menjerit, dan sebagian lagi sambil menangis, sementara guru-guru dan petugas keamanan sekolah berusaha menenangkan mereka sambil mengarahkan anak-anak untuk berlindung di bawah meja dengan menutupi bagian kepala menggunakan tas ransel masing-masing.

Setelah gempa mereda, para guru dan pegawai sekolah memandu anak-anak menuju ke titik kumpul sementara di halaman sekolah.  Akhir simulasi evakuasi manidiri diakhiri dengan inforrmasi dari pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa yang terjadi berpotensi menimbulkan tsunami.

Sirine dari sistem peringatan dini tsunami kemudian menyala di Banda Aceh. Relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan mobil Dinas Perhubungan juga meneruskan informasi dari BMKG tersebut kepada warga sambil meminta warga menuju ke titik-titik aman.

Informasi mengenai potensi tsunami mendorong ribuan pelajar dari 14 sekolah di kawasan Blangpadang bersama guru-guru mereka bergerak cepat menuju ke titik evakuasi di Museum Tsunami Aceh dan Masjid Muhammadiyah.


Di SDN 2 B.ACEH saat siswa sudah berkumpul di lapangan (titik kumpul) mereka mendengarkan kumandang Azan oleh salah seorang siswa.

Sementara itu, para sukarelawan dan petugas dari instansi terkait terus memantau informasi dari BMKG, dan Pusat Pengendali Operasi BPBA. Sekitar 30 menit kemudian, BMKG mengumumkan pencabutan peringatan potensi tsunami.

Siswa Komplek Budi dararma membantu temnayan dengan mengunaka tandu darurat untuk di bawa ke Titik evakuasi sementara (TES)

Dinas pendidikan Aceh, Mengucapkan terimakasih kepada sekolah sekolah yang telah menpersiapkan siswa siswa nya dalam hal mengurangi risiko bencana bila suatu waktu waktu terjadi.  Melalui kegiatan  kebencanaan disekolah dan mengikuti acara Festival  simulasi evakuasi mandiri yang dilaksanakan oleh Forum PRB Aceh dengan keseriusan keikutsertaan dibuktikan sampai pada akhir kegiatan simulasi tidak ada korban simulasi yang menjadi korban sebenarnya, hal ini menunjukan manfaat kegiatan yang dipersiapkan oleh dinas pendidikan Aceh sejak tahun 2016 sudah terlihat manfaatnya, tutup pak Muslem,S.Ag. M.Pd sekretaris dinas pendidikan Aceh saat di lokasi
Salah seorang bapak Guru di Kompleks Sekolah Budi Darma sedang mengarahkan siswanya untuk evakakuasi

Ketua Forum PRB Aceh Nasir Nurdin mengatakan kegiatan acara Festival  simulasi evakuasi mandiri ini di mulai dari saat terjadi gempa, upaya guru-guru dan petugas sekolah, dan evakuasi ke titik kumpul akan dinilai oleh tim yang dibentuk oleh pelaksana. "Kita akan lihat sejauh mana kesiapsiagaan pihak sekolah menghadapi bencana. Ini bagian dari upaya kita dalam menguji kemampuan menuju sekolah tangguh menghadapi bencana," tutup  Nasir (mhb)

Ibu Guru TK kartika bersama siswa di gedung Daqwah Muhammadiyah tempat Evakuasi Sementara

Artikel Terkait

Previous
Next Post »