Banda Aceh - Organisasi
Internasional untuk Migrasi (OIM) kembali menggelar " Loka Karya Praktik terbaik dan pembelajaran Proyek Pengurangan Risiko Bencana IOM di Provinsi Aceh selama 3 hari dari tanggal 4 s/d 6 April 2018 di Hotel Grand Nanggroe, 4 April 2018
Workshop dihadiri oleh 35 Orang, yang terdiri dari BPBA, BPBD empat kabupaten Kota Banda Aceh, Aceh Besar,Kota sabang dan Kabupaten Pidie serta Forum PRB di 4 Kabupaten/kota ditambah Forum PRB Destana yang pernah difasilitasi oleh IOM pada tahun 2012 -2017 di 13 Kabupaten Kota di Aceh.
Hasil yang diharapkan dari loka karya ini adalah untuk mendapatkan gambaran kesesuaian metode intervensi yang telah dilakukan serta untuk memperoleh pembelajaran serta mengidentifikasi metode atau pendekatan yg dianggap sesuai dalam melaksanakan program

(Fasilitator IOM dari BPBA saat memfasilitasi peserta dalam sesi I)
Pengurangan Risiko Bencana di Aceh,demikian disampaiakn oleh M.Madya Akbar sebagai Representatif IOM,menambahkan juga bahwa landasan IOM bekerja di Aceh didasarkan pada indek Risiko bencana di Aceh yang dikeluarkan oleh BNPB pada tahun 2011.
Kegaiatan ini dibuka Oleh Bapak Bobby Sahputra, SE, M.Si. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA dimana dalam arahannya disampaikan, bahwa , IOM sebagai organisasi Internasional yang berada di bawah perserikatan bangsa-bangsa
telah menggambil bagian penting dalam
meningkatkan kapasitas pemerintah dan Masyarakat di aceh dalam pengurangan
risiko bencana, dan kegiatan tersebut sudah selaras dengan semangat pertanggungjawaban kegiatan penanggulangan bencana sebagaimana di atur dalam UU nomor 24 tahun 2007,yang menyatakan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah tanggung jawab pemerintah,masyarakat dan dunia usaha. "hari ini kita bersama telah mengimpelementasikan apa yg telah diamanat dalam uu penaggulangan bencana "
diakhir arahannya,juga disampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan diharapkan kepada peserta untuk dapat memberi kontribusi konstruktif agar pembelajaran yang didapatkan bisa berdampak bagi kegiatan PRB di Aceh dan dilevel nasional. <mhb>.
Workshop dihadiri oleh 35 Orang, yang terdiri dari BPBA, BPBD empat kabupaten Kota Banda Aceh, Aceh Besar,Kota sabang dan Kabupaten Pidie serta Forum PRB di 4 Kabupaten/kota ditambah Forum PRB Destana yang pernah difasilitasi oleh IOM pada tahun 2012 -2017 di 13 Kabupaten Kota di Aceh.

Kegaiatan ini dibuka Oleh Bapak Bobby Sahputra, SE, M.Si. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA dimana dalam arahannya disampaikan, bahwa , IOM sebagai organisasi Internasional yang berada di bawah perserikatan bangsa-bangsa telah menggambil bagian penting dalam meningkatkan kapasitas pemerintah dan Masyarakat di aceh dalam pengurangan risiko bencana, dan kegiatan tersebut sudah selaras dengan semangat pertanggungjawaban kegiatan penanggulangan bencana sebagaimana di atur dalam UU nomor 24 tahun 2007,yang menyatakan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah tanggung jawab pemerintah,masyarakat dan dunia usaha. "hari ini kita bersama telah mengimpelementasikan apa yg telah diamanat dalam uu penaggulangan bencana "
diakhir arahannya,juga disampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan diharapkan kepada peserta untuk dapat memberi kontribusi konstruktif agar pembelajaran yang didapatkan bisa berdampak bagi kegiatan PRB di Aceh dan dilevel nasional. <mhb>.


EmoticonEmoticon