Loading...

RIZAL DINATA KEMBALI MEMIMPIN FORUM PRB ACEH JAYA

Add Comment

Calang-  RIZAL DINATA terpilih kembali sebagi Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum-PRB) Kabupaten  Aceh Jaya untuk  Periode ke-2   masa bakti  2019-2022 pada acara Konggres Forum PRB yang dilaksanakan di Aula kantor BPBK Aceh Jaya Senin  29 Juli 2019

Bapak Mustafa Ibrahim. S. Pd. MP Sekretaris daerah  saat membuka Kongres Forum PRB Kabupaten Aceh Jaya,

Konggres Forum PRB ke 2 dibuka oleh  Bapak Mustafa Ibrahim. S. Pd. MP Sekretaris daerah Kab Aceh Jaya yang juga hadir Asisten pemerintahan Bapak  Ichwan. S. Sos serta ikut didampingi Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten ( BPBK) Bapak Mukhtaruddin. SP. M. Si
Semoga dalam kongres Forum PRB ini dapat menghasilkan kepengurusan yang baru dan tetap menjaga kekompakan selalu untuk satu tujuan tanpa ada ego sektoral yang muncul kerena keberadaan  Forum PRB ini sangat penting untuk kemitraan pemerintah ujar sekda dalam tutup pidatonya 


Konggres kedua ini diikuti oleh 40 peserta, diantara nya para pegiat sosial yang mewakili dari  lembaga masing masing, diantaranya dari  instansi pemerintah,Polres,Kodim,Badan usaha diantaranya PLN,TELKOM serta organisasi organisasi / lembaga Sosial dan pegiat kebencanaan diantaranya Tagana,ACEH VISION,PMI,RAPI  dan beberapa lembaga lainnya serta juga media yang diwakili oleh PWI 


Proses berlangsungnya konggres sangat bersahaja dan penuh kebersamaan, ini bisa dilihat dari proses pengajuan calon sebagai ketua Forum PRB Kab Aceh Jaya untuk periode kedua merujuk semua peserta kepada satu calon yaitu kepada  ketua yang telah di demisioner oleh para peserta namun awal nya ketua Terpilih saat dicalonkan oleh peserta malah menolak tapi karena untuk kemajuan dan keberlanjutan Forum PRB dan atas keseriusan peserta untuk mensukseskannya maka akhirnya bersedia dicalonkan dan ditetapkan sebagai ketua secara aklamasi ujar Rizal Dinata dalam pesannya(mhb)

IPAU Menyerahkan Bantuan Kepada Masyarakat Palu dan Donggala Melalui BPBA

Add Comment
IPAU-Banda Aceh menyerahkan bantuan masyakat Aceh sebesar 4 juta yang digalang selama 4 hari diBanda Aceh  oleh pengurus Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU)  kepada pemerintah Aceh melalui Badan Penangulangan Bencana Aceh (BPBA) yang diterima langsung oleh Bapak H.T Ahmad Dadek, SH  Kepala Pelaksana BPBA sekaligus penanggung jawab galang dana oleh pemerintah Aceh atas nama masyarakat Aceh untuk Palu dan Donggala,12,10,2018

 Penyerahan simbolis bantua masyarakat Aceh oleh Saifullah (Ketua IPAU) kepada kalak BPBA H.T Ahmad Dadek, SH

Terimakasih kepada relawan IPAU yang dikoordinir oleh Rahmat Iqbal telah melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat untuk menggalang bantuan masyarakat Aceh dan juga terimakasih kepada masyarakat yang telah menyumbang dananya untuk masyarakat palu melalui pengurus IPAU guna membantu saudara kita di Palu. 
Kita berharap semua bantuan tersalurkan dengan baik dan bermanfaat bagi mereka yang terkena musibah Meskipun bantuannya tidak seberapa, kita ingin ini berkah, selanjutnya kita doakan mereka tabah dan sabar menghadapi musibah ini,  Bantuan ini salah satu wujud sumbangsih kami atas terjadinya bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala,juar Saifullah ketua IPAU yang didampingi sekretarisnya Bustami dan tambahnya lagi, Aceh juga pernah mengalami musibah serupa tahun 2004 lalu, sehingga kepekaan ini lebih terasa kita rasakan dan masih sangat melekat diingatan, kita ikut berduka cita yang mendalam atas musibah di Palu

H.T Ahmad Dadek, SH  Kepala Pelaksana BPBA yang didampingi oleh Sekretaris Forum PRB Aceh M.Hasan Dibangka,S.SI, M.SI Mengucapkan terimakasih atas usaha yang dilakukan oleh adek adek mahasiswa yang tergabung dalam wadah IPAU yang telah menggalang dana dari masyarakat untuk palu dan ini bukan masalah bantuan dana tapi sebuah indikator kepedulian masyarakat Aceh terhadap sesama tutup pak dadek mantan Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Barat(mhb)






Balai Besar BBPPK dan PKK Kementerian Tenaga R I melaksanakan pelatihan Bimbingan Operator Inkubasi Bisnis Outwal Digital Printing untuk penguatan 50 lembaga seluruh Indonesua

Add Comment
 LEMBANG,  Balai Besar Pengembangan Pasar dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK))  salah satu balai yang berada dibawah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker-RI) melaksanakan kegiatan penguatan Lembaga Swadaya masyarakat(LSM)  dan Lmbaga Pelatihan Kerja (LPK) se indonesia selama 4 hari yang berlangsung 3-5 Oktober 2018 di kantor BBPPK dan PKK lembang Kabupaten Bandung Provinsi jawa Barat dengan nama kegiatan “Bimbingan Operator Inkubasi  Bisnis Outwal Digital Printing”,7 Okt 2018

 Bapak Nana Mulyana Kepala Balai Besar Pengembangan Pasar dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK))

Kegiatan Bimbingan Operator Inkubasi  Bisnis Outwal Digital Printing diikuti oleh 100 orang dari 50 LSM dan LPK se indonesia selama 4 hari yang diinapkan ditempat penginapan kantor BBPPK dan PKK lembang Bandung, menurut Nana Mulyana kepala BBPPK dan PKK lembang mengatakan dalam seremonial penutupan, pelatihan ini merupakan baru pertama kali diadakan oleh lembaganya untuk pengembangan pasar dan perluasan kesempatan kerja bidang digital printing.  Dengan Tujuan Bimbingan Operator Inkubasi Bisnis Outwall Digital Printing ini untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu berwirausaha melalui usaha Digital Printing ini.   Dalam pelatihan ini terdiri dari satu orang manger dan satu orang operator, Untuk operator dibimbing langsung oleh ahlinya tentang bagaimana bisa mengetahui proses desain pencetakan gambar/citra dari tahap awal sampai tahap akhir melalui digital printing seperti striker, banner, spanduk dan lainnya,” terang Nana. Sedangkan untuk manager  lanjutnya tentang bagaimana mengelola usaha digital printing agar  bisa membaca keinginan/kemauan pasar sehingga nantinya bisa berkembang 

(peserta pelatihan di pusat bisnis mesin digital printing)

Awal kegatan dimulai dengan teori tentang mesin printing untuk operator sedangkan untuk manager diajak melihat pengembangan Bisnis mesin printing di pusat Printing Digital dan mendapatkan pengalaman langsung bagaimana mesin printing menghasilkan produknya serta bisa mendapatkan pengetahuan dari pengusaha bisnis printing ,di sisi lain bisnis dapat menguntungkan masyarakat disekitar lembaga masing masing peserta terhadap manfaat lingkungan nya

Di  hari kedua sampai hari ke empat adalah praktek merakit mesin (cara pasang ditempat) yang dibimbing langsung oleh ahli teknisi suplayer mesin printing digital dan juga cara mendisain sesuai dengan pasar dan wilayah keberadaan lembaga masing masing
Menurut Chairul  yanis salah satu operator yang ikut dalam pelatihan tersebut dari lembaga Aceh Vision Provinsi Aceh, bahwa pelatihan ini sangat beda dengan pelatihan yang saya ikut dimana pelatihan ini dikemas dengan sedikit tioritis terhadap pengenalan mesin dan lebih banyak praktek sehingga bagi kami merasa bahwa begitu mudah akan merakit dan mengoperasikan mesin printing ini dimana kami bisa mendisain dan menghasilkan langsung produk digital printing nanti ujarnya
sedangkan untuk manager disamping diajarkan bagaimana mengelola bisnis digital juga mendapatkan pengetahuan bagaiamana mengoperasikan mesin printing digital Ujar Ibu  Ita Yunita A.Ma Ketua yayasan Pijar Qalisya dari prvinsi bengkulu (mhb)

(4 mesin yang dilakukan untuk mempraktekan cara kerja mesin dan melihat hasil kerja mesin



Aceh Vision Menggelar Inkubasi Bisnis

Add Comment
Banda Aceh- Lembaga Aceh Vision menggelar  kegiatan Pelatihan "Inkubasi Bisnis Outwal Printing " selama tiga hari, di Aula Sekretariat Forum PRB Aceh dengan melibatkan tenant (usaha binaan) sebanyak 20 pemuda., 10 Juni 2018

Ketua lembaga Aceh Vision Muhamamad Hasan, M.Si mengatakan bahwa tujuan pelatihan ini adalah untuk membangun dan membina usaha pemula dengan jejaring,  pelatihan Inkubasi Bisnis Outwal "Printing" terlaksana atas kerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Pasar dan Perluasan Kesempatan Kerja (BPP &PKK)  Kementerian Tenaga kerja Republik Indonesia
Pelatihan ini dimulai  dengan perekrutan pemuda sejumlah 40 orang dan selanjutnya dipilih 20 orang sebagai peserta pelatihan inkubasi bisnis, kata ketua Panitia Fahmi Ibrahim, SH



Pelatihan ini dibuka oleh h Dinas tenaga kerja (Depnaker)n kota Banda Aceh, yang dalam arahan nya menyampaikan bahwa pelatihan inkubasi bisnis terus digalakkan agar usia tenaga kerja menjadi produktif dengan memfokuskan pada kegiatan kewirausaan, jangan semua nya hanya berharap pada peluang jadi PNS karena peluang tersebut sangat terbatas ujarnya.
Dihari Pertama  Bapak Jalaluddin, S.Pd, M.Pd  yang merupakan narasumber dari dua narasumber lainnya, dalam materi nya menyampaikan Bahwa pelatihan ini sangat perlu terus digalakkan dengan sungguh sunguh yang dbuktikan dengan membangun manajemen pemasaran dan  manajemen produksi yang perlu dijaga secara positif kata wakil Rektor III Kampus Serambi Mekkah yang juga Ketua kelompok Usaha pemuda produktif (KUPP) Aceh. (mhb)



IOM MELAKSANAKAN LOKA KARYA “PRAKTIK TERBAIK DAN PEMBELAJARAN

Add Comment

Banda Aceh - Organisasi Internasional untuk Migrasi (OIM) kembali menggelar " Loka Karya Praktik terbaik dan pembelajaran Proyek Pengurangan Risiko Bencana IOM di Provinsi Aceh selama 3 hari dari tanggal 4 s/d 6 April 2018 di Hotel Grand Nanggroe, 4 April 2018










Workshop dihadiri oleh 35 Orang, yang terdiri dari  BPBA, BPBD empat kabupaten Kota Banda Aceh, Aceh Besar,Kota sabang dan Kabupaten Pidie serta Forum PRB di 4 Kabupaten/kota ditambah Forum PRB Destana yang pernah difasilitasi oleh IOM  pada tahun 2012 -2017 di 13 Kabupaten Kota di Aceh.

Hasil yang diharapkan dari loka karya ini adalah untuk mendapatkan gambaran kesesuaian metode intervensi yang telah dilakukan serta untuk memperoleh pembelajaran serta mengidentifikasi metode atau pendekatan yg dianggap sesuai dalam melaksanakan program



                       (Fasilitator IOM dari BPBA saat memfasilitasi  peserta dalam sesi I) 



Pengurangan Risiko Bencana di Aceh,demikian disampaiakn oleh  M.Madya Akbar sebagai Representatif IOM,menambahkan juga bahwa landasan IOM bekerja di  Aceh didasarkan pada indek Risiko bencana di Aceh yang dikeluarkan oleh BNPB pada tahun 2011. 

Kegaiatan ini dibuka Oleh  Bapak Bobby Sahputra, SE, M.Si. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA   dimana dalam arahannya disampaikan, bahwa , IOM sebagai  organisasi  Internasional  yang berada di bawah perserikatan bangsa-bangsa  telah menggambil bagian penting dalam meningkatkan kapasitas pemerintah dan Masyarakat di aceh dalam pengurangan risiko bencana, dan kegiatan tersebut sudah selaras dengan semangat pertanggungjawaban kegiatan penanggulangan bencana sebagaimana di atur dalam UU nomor 24 tahun 2007,yang menyatakan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah tanggung jawab pemerintah,masyarakat dan dunia usaha. "hari ini kita bersama telah mengimpelementasikan apa yg telah diamanat dalam uu penaggulangan bencana "

diakhir arahannya,juga disampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan diharapkan kepada peserta untuk dapat memberi kontribusi konstruktif agar pembelajaran yang didapatkan bisa berdampak bagi kegiatan PRB di Aceh dan dilevel nasional. <mhb>.

















IRIDES, Tohuku University, Jepang FGD dengan Awak Media

Add Comment



Banda  Aceh,  Fokus Groups Diskusi “ (FGD) tentang gambaran kebencanaan dari sudut  pandang awak Media Yang difasilitasi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Banda Aceh kerjasama  dengan UPT Kantor Urusan International Unsyiah dengan menghadirkan Tim Riset IRIDES, Tohuku University, Jepang di ruang rapat BPBD Banda Aceh, 28 maret  2018

 (Dr.Muzailin  Affan, M.Sc,  Drs. Azhari,   M.Hasan Dibangka,S.Si, M.Si)         

Banda  Aceh,  Fokus Groups Diskusi “ (FGD) tentang gambaran kebencanaan dari sudut  pandang Media Yang difasilitasi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Banda Aceh kerjasama  dengan UPT Kantor Urusan International Unsyiah yang menghadirkan Tim Riset IRIDES, Tohuku University, Jepang di ruang rapat BPBD Banda Aceh, yang dihadiri oleh ,Media TV,Media cetak dan media Online  28 maret  2018

Drs. Azhar  Sektretaris Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh  dalam pembukaan FGD “ Gambaran kebencanaan dari sudut  pandang Media ”  menyampaikan bahwa dengan keterbatasan dan kelebihan pihak BPBD diperlukan kemitraan yang kuat, baik yang selama ini sudah terbangun dengan Forum PRB dan media maka dengan adanya kunjungan IRIDEs Tohoku University, Jepang dapat menguatkan kembali penyampaian informasi kebencanaan kepada masyarakat secara cepat dan benar. Dukungan  berbagai media selama ini sangat terbantu akan kerja kerja kebencanaan yang dilakukan oleh BPBD bersama Forum PRB banda Aceh dan berbagai pihak stakeholder lainnya, Ujarnya


 Prof Yuichi Ono salah satu TIM Risiet IRIDES  Tohuku University, Jepang  ke Aceh menyampaikan tujuan bahwa ingin melihat perkembangan setelah 13 tahun Tsunami terjadi di Aceh karena menurutnya mereka tidak bisa lagi melihat bagaimana keadaan saat  tsunami sebelumnya  di Banda Aceh tersebut selain hanya di Museum Tsunami dan Kuburan Massal sehingga diperlukan mendapatkan langsung informasi dari pihak media karena media merupakan penyambung informasi dari akademisi, pemerintah sampai kepada masyarakat dan kebalikannya juga hal itu diperlukan kerjasama yang kuat dan saling memahami keterbatasan akademisi  dengan tujuan yang dimiliki oleh pihak media Ujar profesor dari negeri samurai,  

Untuk peneyelamataan diri, bagi  masyarakat diperlukan insting menyelamatkan diri disamping pengetahuan dari buku atau yang didapatkan dari sumber akademisi atau peneliti karena tidak semua nya hasil yang dikeluarkan oleh peneliti sesuai ekpetasi masyarakat karena menurutnya di Jepang, ada salah satu sekolah yang hanya berpegang pada buku dan hasil peneliti sehingga banyak korban karna kejadian bencana tsunami di Senday jepang 2011 terjadi diluar expetasi, 

Kerjasama itu penting dilaksanakan karena  menurut  Maimun saleh dari Media Cetak Rakyat Aceh bahwa seharusnya Akademisi perlu menyiapkan tulisan dan materi materi  terkait kebencanaan agar pihak media bisa menyampaikan kepada masyarakat secara luas. Komitmen pemerintah untuk  memfasilitasi sumber tulisan atau berupa Buku Tangan untuk anak sekolah, masyarakat perlu didukung anggaran agar publikasi bisa dilakukan oleh pihak media, Dan beliau  menambahkan seharusnya pemerintah terus menerus melakukan sosialisasi atau simulasi kepada masyarakat setahun bisa satu sampai dua kali dan tidak hanya fokus bencana tsunami saja tapi jugai ancaman lain misalkan Letusan Gunung Api, Longsor, Banjir dan Hujan Es Batu, dan kita  bersyukur masih  adanya beberapa sosialisasi dan simulasi yang dibuat oleh Forum PRB Banda Aceh beberapa tahun ini, baik untuk sekolah maupun untuk masyarkat hanya saja  masih sangat terbatas lokasi dan masyarakat yang dilibatkan mungkin keterbatasan pembiayaan. Yang seharusnya pemerintah bisa melakukanya lebih luas dan jumlah masyarakat terlibat juga lebih banyak sehingga hal itu memudahkan bagi media untuk mendistribusikan informasi kepada masyarakat. 

Disisi lain, media sangat berharap untuk menyampaikan informasi kebencanaan pada masyarakat secara cepat dan akurat  tapi  sering kali terkendala dengan pelayanan oleh pemerintah khususnya penangung jawab data, sehingga data  yang didapatkan dari pemerintah sering  terlambat, kurang  akurat dan sukar mendapatknanya, Uajr Al hadi habi Dari  Media Metro TV.

Tim IRIDES Tohoku Jepang, Prof  Chikata  menanyakan tentang keaktifan Forum PRB dan keanggotaan nya dari mana saja, karena menurut nya di Jepang juga ada sejenis forum seperti ini yang bertemu dan melakukan diskusi untuk satu atau dua kali sebulan  membicarakan hal ha yang terkait kebencanaan dan solusinya

Diakhir diskusi ada closing statumen bahwa bentuk koordinasi dengan akademisi bisa dilihat adanya mata kuliah Jurnalisme kebencanaan di Ilmu komunikasi setelah Nova dari Kompas TV terjawab pertanyaan tujuan IRIDES ke Aceh dan dilanjutkan ramah tamah dengan foto bersamae  <mhb.>